Masjid untuk Semua Usia: Saatnya Anak Muda Turut Memakmurkan Masjid – Masjid Al Muhajirin
  • Salurkan infaq terbaik ke rekening BSI 713 229 5535 atas nama Masjid Al Muhajirin | ID PLN Masjid Al Muhajirin 511 440 528 612
Rabu, 29 April 2026

Masjid untuk Semua Usia: Saatnya Anak Muda Turut Memakmurkan Masjid

Masjid untuk Semua Usia: Saatnya Anak Muda Turut Memakmurkan Masjid
Bagikan

Oleh: Dwi Ramadhani

Masjid seharusnya menjadi rumah bagi seluruh umat untuk generasi tua, muda, bahkan anak-anak. Namun dalam kenyataannya, banyak masjid yang lebih didominasi oleh kalangan tua. Anak-anak muda kerap dianggap pengganggu, bahkan dijauhkan dari aktivitas masjid. Padahal, merekalah calon penerus penggerak peradaban Islam di masa depan.

Ketika anak muda tidak mendapatkan tempat yang hangat dan membimbing di lingkungan masjid, mereka akan mencari ruang penerimaan di luar dan sering kali tempat itu bukanlah lingkungan yang baik. Jika ini terjadi, pertanyaannya: apakah para pengurus takmir tidak turut memikul tanggung jawab moral atas hilangnya generasi muda dari masjid?

Peran Takmir yang Terlupakan

Takmir masjid sejatinya bukan hanya penjaga kebersihan atau pengatur kegiatan ibadah. Mereka adalah pembimbing umat, penjaga moral, dan pengayom bagi semua kalangan. Ketika pengurus masjid gagal mengayomi generasi muda, menolak, mengabaikan, atau bahkan merasa tersaingi oleh semangat mereka, maka sesungguhnya mereka telah kehilangan esensi dakwah yang sebenarnya.

Rasulullah SAW. dan para sahabat selalu memberi ruang bagi anak muda dalam barisan umat. Sultan Muhammad Al-Fatih, misalnya, yang menaklukkan Konstantinopel di usia 21 tahun yang juga seorang anak muda. Ia pernah berkata, “Jika suatu masa kamu tidak mendengar gelak tawa anak-anak, riang gembira di antara shaf salat di masjid-masjid, maka takutlah kalian akan datangnya kejatuhan generasi muda di masa itu.”

Pesan itu menjadi peringatan keras: ketika masjid kehilangan keceriaan anak muda, sesungguhnya umat sedang kehilangan masa depannya.

Turunkan Ego, Beri Ruang untuk Tumbuh

Sudah saatnya para orang tua dan takmir masjid menurunkan ego dan membuka diri. Masjid bukan hanya tempat ibadah pensiunan atau mereka yang sudah mapan, tetapi juga ruang pembelajaran dan pengabdian bagi kaum muda.

Jangan marahi anak-anak yang berlarian di masjid, ajarkan mereka adab dengan lembut. Jangan larang anak muda berkreasi di lingkungan masjid, dampingi mereka agar kreativitasnya terarah pada kemaslahatan.

Masjid yang hidup adalah masjid yang ramai oleh lintas usia: anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Ketika semuanya bersatu, maka masjid benar-benar menjadi rumah Allah, tempat berlindung, bertumbuh, dan beribadah bersama.

Menjemput Masa Depan Umat

Jika ingin melihat masa depan Islam yang cerah, mulailah dari bagaimana kita memperlakukan anak muda di masjid hari ini. Jangan bangga dengan masjid yang penuh oleh jamaah lanjut usia tetapi sepi dari tawa anak muda. Karena keberlanjutan peradaban Islam bergantung pada seberapa besar ruang yang kita berikan untuk generasi berikutnya agar tumbuh, belajar, dan berbakti di rumah Allah.

Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat tumbuhnya peradaban. Dan peradaban hanya akan hidup, bila anak mudanya diberi tempat.

SebelumnyaKekurangan Masjid di Era Modern, Megah Bangunan dan Sepi KehidupanSelanjutnyaMenanamkan Akhlak Mulia: Pendidikan Karakter Anak Melalui TPQ dan Kegiatan di Masjid
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Al Muhajirin
Jl. Karang Klumprik Barat No. XV/7, Kel. Balas Klumprik, Kec. Wiyung, Surabaya, Jawa Timur 60222
Luas Area1000 m2
Luas Bangunan750 m2
Tahun Berdiri10 Mei 1992